
PEKERJA keras, tak kenal lelah, dan tanpa kompromi. Itulah yang sedikit bisa menggambarkan sosok Hariono di tengah lapangan. Dedikasinya untuk Persib tak perlu lagi diragukan.
Penilaian itu juga yang diberikan Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar. "Walau diberi libur, Hariono tetap latihan. Padahal ia masih capek setelah bermain bersama timnas Indonesia," puji Umuh di Stadion Siliwangi, Rabu (12/10).
Di awal kariernya bersama Persib pada musim 2008, Hariono termasuk salah seorang pemain kolektor kartu kuning. Nyaris di setiap pertandingan, Hariono diganjar kartu kuning oleh wasit.
Namun dengan semakin matangnya permainan, pemain kelahiran 2 Oktober ini mulai jarang memperoleh kartu dari wasit.
Sebagai gelandang bertahan, Hariono juga merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Ia acap kali dipanggil untuk menjadi skuad Garuda. Bahkan sejak Indonesia ditangani pelatih Wim Rijsbergen, Hariono beberapa kali menjadi pilihan utama bersama Firman Utina. Sedangkan di Persib, posisinya tentu belum tergantikan hingga saat ini.
Sayangnya bersama Persib, Hariono belum pernah mencetak satu gol pun. Padahal bersama timnas Indonesia, Hariono telah mencetak satu gol yaitu saat berhadapan dengan Palestina dalam laga ujicoba di Stadion Manahan Solo beberapa waktu lalu.
Di luar lapangan, meski dikenal murah senyum, Hariono cukup irit bicara kepada para pewarta. Ia lebih sering menjawab dengan "iya" atau hanya menganggukkan kepala sambil senyum.
Tetapi bagi bobotoh, itu sudah cukup. Yang penting, musim ini Hariono bisa menggalang kekuatan lini tengah bersama dengan Miljan Radovic, M. Ilham, dan Atep untuk membawa Persib juara. (brilliant awal/"GM")**
0 komentar:
Posting Komentar